Riset Dosen TLM Umsida Ungkap Daun Pepaya Jepang Bisa Bantu Cegah DBD

d4tlm.umsida.ac.id – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat Indonesia setiap tahunnya.

Riset dosen Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM),

Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida),

menghadirkan alternatif yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan ekstrak daun pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius).

Penelitian tersebut membuktikan bahwa ekstrak daun pepaya Jepang memiliki potensi sebagai larvasida alami yang mampu meningkatkan mortalitas larva Aedes aegypti.

Temuan ini membuka peluang pemanfaatan tanaman yang selama ini dikenal sebagai sayuran menjadi solusi inovatif dalam pengendalian penyakit berbasis lingkungan.

Baca Juga: Riset Dosen TLM Ungkap Tak Sekadar Warna dan Bau, Mutu Minyak Goreng Terbaca dari Trigliserida

Larvasida Alami Jadi Alternatif yang Lebih Aman
Sumber: Pexels

Selama bertahun-tahun, pengendalian larva nyamuk banyak mengandalkan larvasida sintetis. Namun, penggunaan bahan kimia secara terus-menerus berisiko menimbulkan resistensi pada nyamuk, mencemari lingkungan, bahkan berdampak terhadap kesehatan manusia dan hewan.

Melalui riset tersebut diketahui bahwa ekstrak daun pepaya Jepang mampu menjadi alternatif larvasida berbahan alami.

Penelitian dilakukan menggunakan beberapa variasi konsentrasi ekstrak mulai dari 0,2 hingga 1 persen dengan pengamatan selama 48 jam terhadap larva Aedes aegypti.

Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap kematian larva setelah diberikan perlakuan ekstrak daun pepaya Jepang.

Temuan ini menjadi kabar baik karena penggunaan insektisida nabati dinilai lebih mudah terurai di alam sehingga berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan dibandingkan insektisida sintetis.

Cek Juga: Formalin pada Ikan Masih Ditemukan, Ancaman Kesehatan yang Tak Bisa Diabaikan

Kandungan Senyawa Aktif Jadi Kunci Efektivitas

Efektivitas daun pepaya Jepang tidak terlepas dari kandungan senyawa metabolit sekundernya. Tanaman ini diketahui mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, glikosida sianogenik, serta berbagai senyawa bioaktif lain yang bekerja menyerang sistem tubuh larva nyamuk.

Flavonoid berperan sebagai racun pernapasan yang merusak membran sel larva, sedangkan alkaloid mengganggu sistem saraf dengan menghambat kerja enzim asetilkolinesterase.

Sementara itu, saponin menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan sekaligus merusak lapisan pelindung tubuh larva sehingga mempercepat kematian.

Penelitian juga menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, semakin besar jumlah larva yang mati.

Pada konsentrasi 1 persen, ekstrak daun pepaya Jepang memberikan hasil paling efektif dengan kemampuan membunuh larva lebih tinggi dibandingkan konsentrasi yang lebih rendah.

Berpotensi Mendukung Pencegahan DBD Berkelanjutan
Sumber: Data Penelitian

Pemanfaatan tanaman lokal sebagai larvasida alami menjadi salah satu bentuk inovasi yang dapat mendukung pengendalian DBD secara berkelanjutan.

Selain mudah ditemukan dan relatif aman bagi lingkungan, penggunaan bahan alami juga dapat menjadi pelengkap program pemberantasan sarang nyamuk yang selama ini dijalankan masyarakat.

Ekstrak daun pepaya Jepang memiliki nilai LC50 sebesar 1,095 persen, yang menunjukkan kemampuannya dalam membunuh 50 persen populasi larva Aedes aegypti dalam waktu 48 jam.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa tanaman ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai larvasida nabati di masa mendatang.

Meski demikian, penelitian lanjutan masih diperlukan sebelum pemanfaatannya diterapkan secara luas.

Dengan pengembangan yang berkelanjutan, daun pepaya Jepang berpeluang menjadi salah satu inovasi berbasis sumber daya alam Indonesia dalam mendukung upaya pencegahan demam berdarah yang lebih efektif, aman, dan ramah lingkungan.(Elfirarm)

Sumber: Riset Galuh Ratmana Hanum SSi MSi.

Bertita Terkini

Studi Banding HIMA TLM Umsida dan Poltekkes Kemenkes Surabaya
July 6, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Diuji di OSCE 2026, Siap Terjun ke Dunia Kerja Medis
May 4, 2026By
PKL D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Kesehatan
February 9, 2026By
Siapkan Analis Laboratorium Unggul, FIKES Umsida Angkat Isu Diagnosis Virus Global
January 25, 2026By
Belajar dari Praktisi, Mahasiswa D4 TLM Umsida Dalami Peran Biologi Molekuler di Rumah Sakit
January 17, 2026By
Sumpah Profesi ke-XIV, Lulusan ATLM FIKES Umsida Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat
December 18, 2025By
Luka diabetes
Ciptakan Solusi Penyembuhan Luka Diabetes Berbasis Limbah Cangkang Kupang, Tim PKM TLM Umsida Sukses Peroleh Hibah
August 28, 2025By
diabetes
Fikes Umsida Gelar Globinar, Ungkap Diabetes Tipe 2 Penyebab dan Pencegahannya
August 24, 2025By

Prestasi

Abyan Mahasiswa TLM Umsida Sabet Emas Karate Nasional di UMM Championship 2026
May 25, 2026By
Prestasi Karate Nasional, Mahasiswa TLM Umsida Bawa Pulang Medali Perak
May 18, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Bawa Pulang Medali Perak Kata Perorangan di Kejuaraan Nasional
May 11, 2026By
Tim Paduan Suara TLM Umsida Juara 1 Nasional 2026
April 13, 2026By
Atlet Karate Umsida Sukses Bawa Pulang Medali Perunggu dari Kejuaraan Kota Batu
February 16, 2026By
Perjuangan Hingga Podium, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Batu Karate Challenge
January 10, 2026By
Riset Panjang Berbuah Manis, Mahasiswa TLM Umsida Juara 1 Poster PKM-RE PIMTANAS 2025
January 3, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Pilmapres PTMA dan Menjadi Wisudawan Berprestasi
December 1, 2025By