d4tlm.umsida.ac.id – Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKP Umsida) resmi menjadi salah satu penerima Bantuan
Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Reguler dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Wakil Dekan FIKP Umsida sekaligus dosen D4 TLM, Jamilatur Rohmah SSi MSi, menyebut bantuan tersebut sebagai peluang penting untuk memperkuat mutu pembelajaran.
Baca Juga: Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
Dukungan ini diharapkan mampu mendekatkan proses pendidikan dengan kebutuhan dunia laboratorium kesehatan yang terus berkembang.
Dorong Pembelajaran yang Lebih Kontekstual

Menurut Jamilatur, pencapaian tersebut bukan hanya menunjukkan kepercayaan terhadap kualitas Prodi D4 TLM Umsida.
Program PP-PTS juga menjadi momentum untuk memperbarui pola pembelajaran agar lebih aktif, aplikatif, dan berorientasi pada kompetensi lulusan.
Pembelajaran tidak lagi hanya bertumpu pada teori di dalam kelas.
Mahasiswa akan lebih banyak dilibatkan dalam penyelesaian kasus, diskusi kolaboratif,
Cek Selengkapnya: Studi Banding HIMA TLM Umsida dan Poltekkes Kemenkes Surabaya
serta proyek yang menggambarkan situasi nyata di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Program ini memberi kesempatan kepada kami untuk memperkuat sarana sekaligus mentransformasi proses pembelajaran agar lebih berbasis kasus, kolaboratif, dan berorientasi pada kompetensi,” jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi secara profesional, dan bekerja bersama tenaga kesehatan dari bidang lain.
Perkuat Praktikum Sitohistoteknologi

Pengembangan program akan difokuskan pada pembelajaran Sitohistoteknologi dan Imunohistokimia.
Salah satu bentuk dukungannya ialah pengadaan mikroskop Olympus CX23 sebagai sarana utama dalam kegiatan praktikum.
Selain fasilitas, Prodi D4 TLM juga menyiapkan modul praktikum, lembar kerja mahasiswa, bank kasus histopatologi, serta pelatihan bagi dosen dan laboran.
Model pembelajaran akan dikembangkan melalui pendekatan Case-Based Learning dan Project-Based Learning.
Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa D4 TLM, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi Umsida.
Mereka akan mempelajari alur pemeriksaan histopatologi, mulai dari menganalisis kasus, mengamati preparat, membaca hasil, hingga melakukan diskusi lintas profesi.
Siapkan Lulusan Menghadapi Dunia Kerja

Jamilatur menjelaskan bahwa mahasiswa akan memperoleh manfaat dalam bentuk fasilitas yang lebih representatif dan pengalaman belajar yang mendekati kondisi kerja sebenarnya.
Mereka akan dilatih meningkatkan kemampuan observasi mikroskopis, interpretasi preparat, penyelesaian masalah, komunikasi profesional, serta kerja sama tim.
Kompetensi tersebut dibutuhkan di laboratorium rumah sakit, laboratorium klinik, laboratorium patologi anatomi, maupun laboratorium penelitian.
Penguatan ini juga sejalan dengan penerapan Outcome-Based Education yang menempatkan capaian kompetensi sebagai pusat pembelajaran.
“Harapannya, bantuan ini menjadi awal dari transformasi yang berkelanjutan dan benar-benar berdampak pada kualitas pendidikan serta kesiapan lulusan,” tuturnya.
Ke depan, model pembelajaran interprofesional tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih luas dan menjadi praktik baik bagi program studi lain di lingkungan Umsida.(Elfirarm)

















