d4tlm.umsida.ac.id – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Menerima kunjungan studi banding dari Himpunan Mahasiswa TLM Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Surabaya pada Jumat (20/06/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus mempererat hubungan antarmahasiswa yang memiliki bidang keilmuan serupa.
Sebagai tuan rumah, HIMA TLM Umsida menyambut hangat rombongan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya.
Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dengan membahas berbagai aspek organisasi.
Mulai dari sistem kepengurusan, pengembangan sumber daya manusia, hingga strategi menjalankan program kerja yang berkelanjutan.
Studi Banding Jadi Sarana Belajar Pengelolaan Organisasi

Wakil Ketua HIMA TLM Umsida, Shifa Aulia Salsabila Prasetyo, mengatakan bahwa studi banding menjadi kesempatan berharga bagi kedua organisasi untuk saling belajar dari pengalaman masing-masing.
Menurutnya, kesamaan latar belakang keilmuan membuat diskusi berjalan lebih mendalam karena banyak persoalan organisasi yang dapat dibahas bersama.
“Kami merasa senang mendapat kesempatan menjadi tuan rumah studi banding ini. Meskipun berasal dari institusi yang berbeda, kami memiliki bidang keilmuan yang sama sehingga bisa saling bertukar pengalaman mengenai kepengurusan, pelaksanaan program kerja, hingga tantangan yang dihadapi selama menjalankan organisasi,” ujarnya.
Salah satu pembahasan yang paling menarik perhatian HIMA TLM Umsida adalah sistem kaderisasi yang diterapkan oleh Himpunan Mahasiswa TLM Poltekkes Kemenkes Surabaya.
Shifa menilai bahwa proses rekrutmen pengurus memiliki peran penting dalam membentuk organisasi yang lebih solid dan siap menjalankan berbagai program.
Ia mengungkapkan bahwa HIMA TLM Umsida masih menerapkan sistem kepengurusan yang bersifat wajib karena keterbatasan sumber daya manusia. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam membangun komitmen seluruh anggota.
“Kami belajar bahwa organisasi tidak hanya membutuhkan banyak anggota, tetapi juga membutuhkan SDM yang memiliki kesiapan, rasa memiliki, dan komitmen untuk berkembang bersama,” tambahnya.
Evaluasi Organisasi Jadi Inspirasi Pengembangan HIMA

Selain membahas proses kaderisasi, kedua himpunan juga saling berbagi pengalaman mengenai penyusunan dan pelaksanaan program kerja. Berbagai ide yang muncul selama diskusi menjadi bahan evaluasi bagi HIMA TLM Umsida dalam mengembangkan organisasi ke depan.
Shifa menjelaskan bahwa hasil studi banding tidak berhenti pada kegiatan sehari itu saja. Seluruh masukan yang diperoleh akan didiskusikan kembali bersama pengurus sebagai dasar penyempurnaan program kerja.
“Setiap organisasi memiliki cara yang berbeda dalam mengelola kepengurusan maupun menjalankan program. Dari studi banding ini kami memperoleh banyak sudut pandang baru yang nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan HIMA TLM Umsida,” jelasnya.
Salah satu hal yang paling menginspirasi adalah budaya evaluasi rutin yang diterapkan oleh Himpunan Mahasiswa TLM Poltekkes Kemenkes Surabaya. Menurut Shifa, evaluasi menjadi sarana untuk memperbaiki kualitas organisasi, bukan sekadar mencari kesalahan.
Dengan budaya evaluasi yang baik, setiap program dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan seluruh anggota terdorong untuk lebih aktif berkontribusi.
Perkuat Jejaring dan Buka Peluang Kolaborasi

Ketua HIMA TLM Umsida, Satria Perdana Ahmad, berharap hubungan yang telah terjalin melalui studi banding ini dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan organisasi mahasiswa.
“Studi banding ini menjadi awal yang baik untuk membangun kerja sama antarkedua himpunan. Kami berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga ke depan dapat menghadirkan berbagai kegiatan kolaboratif yang bermanfaat bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Shifa juga menambahkan bahwa pelajaran terbesar dari kegiatan ini adalah memahami bahwa keberhasilan organisasi tidak diukur dari banyaknya program kerja, melainkan dari kualitas pelaksanaan program serta budaya kerja yang bertanggung jawab.
“Studi banding bukan untuk menentukan organisasi mana yang lebih baik, tetapi menjadi ruang belajar agar kami terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi mahasiswa TLM,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, HIMA TLM Umsida menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas organisasi, memperluas jejaring antarmahasiswa.
Serta membangun kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan kompetensi calon tenaga Teknologi Laboratorium Medis di masa depan.(Elfirarm)

















