Senyawa Aktif Daun Pepaya Jepang Efektif Lawan Larva Penyebab DBD

d4tlm.umsida.ac.id – Daun pepaya Jepang selama ini lebih banyak dikenal sebagai sayuran yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat.

Di balik pemanfaatannya sebagai bahan pangan, tanaman bernama ilmiah Cnidoscolus aconitifolius ini ternyata menyimpan berbagai senyawa aktif yang berpotensi membunuh larva nyamuk Aedes aegypti, penyebab penularan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Potensi tersebut terungkap dalam riset yang dilakukan oleh dosen Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM), Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Baca Juga: Riset TLM Umsida Ungkap Infeksi Jamur sebagai Penyakit Akibat Kerja di Sektor Konstruksi

Penelitian itu menguji efektivitas ekstrak daun pepaya Jepang terhadap kematian larva Aedes aegypti melalui beberapa tingkat konsentrasi.

Temuan ini menunjukkan bahwa tanaman yang tumbuh di sekitar masyarakat tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan, tetapi juga berpeluang dikembangkan menjadi bahan pengendali nyamuk yang lebih ramah lingkungan.

Senyawa Aktif Menyerang Tubuh Larva

Kemampuan ekstrak daun pepaya Jepang dalam membunuh larva nyamuk berasal dari kandungan metabolit sekundernya. Daun ini mengandung flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, oksalat, glikosida sianogenik, phlorotannin dan steroid antrakuinon. Berbagai kandungan tersebut bekerja melalui mekanisme yang berbeda, tetapi saling mendukung dalam mengganggu fungsi tubuh larva.

Beberapa senyawa utama yang berperan meliputi:

  • Flavonoid, yang bekerja sebagai racun pernapasan dan dapat merusak membran sel larva.
  • Alkaloid, yang mengganggu sistem saraf serta menghambat kerja enzim asetilkolinesterase.
  • Saponin, yang mengiritasi saluran pencernaan, menurunkan nafsu makan, dan merusak lapisan pelindung tubuh larva.
  • Glikosida sianogenik, yang berpotensi mengganggu proses pernapasan serangga.

Kerja gabungan senyawa-senyawa tersebut membuat larva kehilangan kemampuan untuk menjalankan fungsi tubuhnya secara normal hingga akhirnya mati.

Konsentrasi Lebih Tinggi Tingkatkan Kematian
Sumber: Data Penelitian

Dalam riset tersebut, larva nyamuk diberikan ekstrak daun pepaya Jepang dengan konsentrasi 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8% dan 1%. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak empat kali dan diamati selama 48 jam.

Hasilnya menunjukkan pola yang jelas. Pada konsentrasi 0,2% terdapat empat larva yang mati, sedangkan konsentrasi 0,4% menyebabkan delapan kematian. Jumlahnya meningkat menjadi 16 larva pada konsentrasi 0,6%, 29 larva pada konsentrasi 0,8%, dan 47 larva pada konsentrasi 1 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan, semakin banyak pula senyawa aktif yang terserap oleh larva. Hasil uji statistik juga menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian ekstrak dan jumlah kematian larva.

Peluang Larvasida Alami Ramah Lingkungan

Hasil penelitian memperoleh nilai LC50 sebesar 1,095 persen. Artinya, konsentrasi tersebut diperkirakan mampu menyebabkan kematian terhadap 50 persen populasi larva setelah paparan selama 48 jam. Temuan ini memperkuat potensi ekstrak daun pepaya Jepang sebagai bahan dasar larvasida alami.

Pengembangan larvasida berbahan tanaman penting dilakukan karena penggunaan bahan kimia sintetis secara terus-menerus berisiko menyebabkan resistensi nyamuk dan pencemaran lingkungan.

Namun, temuan laboratorium ini belum berarti masyarakat dapat langsung meracik dan memasukkan ekstrak daun pepaya Jepang ke tempat penampungan air.

Diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan dosis, keamanan, formulasi, serta dampaknya terhadap manusia dan organisme lain.

Apabila dikembangkan secara tepat, kandungan alami daun pepaya Jepang dapat menjadi bagian dari inovasi pencegahan DBD yang efektif, terjangkau, dan lebih bersahabat dengan lingkungan.(Elfirarm)

Sumber: Riset Galuh Ratmana Hanum SSi MSi.

Bertita Terkini

Studi Banding HIMA TLM Umsida dan Poltekkes Kemenkes Surabaya
July 6, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Diuji di OSCE 2026, Siap Terjun ke Dunia Kerja Medis
May 4, 2026By
PKL D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Kesehatan
February 9, 2026By
Siapkan Analis Laboratorium Unggul, FIKES Umsida Angkat Isu Diagnosis Virus Global
January 25, 2026By
Belajar dari Praktisi, Mahasiswa D4 TLM Umsida Dalami Peran Biologi Molekuler di Rumah Sakit
January 17, 2026By
Sumpah Profesi ke-XIV, Lulusan ATLM FIKES Umsida Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat
December 18, 2025By
Luka diabetes
Ciptakan Solusi Penyembuhan Luka Diabetes Berbasis Limbah Cangkang Kupang, Tim PKM TLM Umsida Sukses Peroleh Hibah
August 28, 2025By
diabetes
Fikes Umsida Gelar Globinar, Ungkap Diabetes Tipe 2 Penyebab dan Pencegahannya
August 24, 2025By

Prestasi

Abyan Mahasiswa TLM Umsida Sabet Emas Karate Nasional di UMM Championship 2026
May 25, 2026By
Prestasi Karate Nasional, Mahasiswa TLM Umsida Bawa Pulang Medali Perak
May 18, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Bawa Pulang Medali Perak Kata Perorangan di Kejuaraan Nasional
May 11, 2026By
Tim Paduan Suara TLM Umsida Juara 1 Nasional 2026
April 13, 2026By
Atlet Karate Umsida Sukses Bawa Pulang Medali Perunggu dari Kejuaraan Kota Batu
February 16, 2026By
Perjuangan Hingga Podium, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Batu Karate Challenge
January 10, 2026By
Riset Panjang Berbuah Manis, Mahasiswa TLM Umsida Juara 1 Poster PKM-RE PIMTANAS 2025
January 3, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Pilmapres PTMA dan Menjadi Wisudawan Berprestasi
December 1, 2025By