d4tlm.umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida).
Sekelompok mahasiswa TLM berhasil meraih Juara 1 Kompetisi Nasional Choir Mars Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang diselenggarakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medis Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Kompetisi yang berlangsung sejak Januari hingga Mei 2025
tersebut diikuti oleh berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari seluruh Indonesia.
Puncak kegiatan dilaksanakan di Kampus Umsida dan menjadi ajang unjuk kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi antar mahasiswa TLM se-Indonesia.
Baca Selengkapnya: Riset Panjang Berbuah Manis, Mahasiswa TLM Umsida Juara 1 Poster PKM-RE PIMTANAS 2025
Tim juara terdiri dari Paskalia Daniela Sareng (semester 4), Lusia Cherlyana Moi (semester 8), Elisabeth Euprasia Da Prischa (semester 2), Nur Layli Putri Ramadhani (semester 4), dan Cristin Debora F Ubra (semester 2).
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa TLM Umsida tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi di bidang seni dan kreativitas.
Latihan di Tengah Kesibukan Kuliah Berbuah Prestasi

Perjalanan menuju podium juara tidak diraih secara instan. Seluruh anggota tim harus membagi waktu antara perkuliahan, praktikum laboratorium, dan jadwal latihan yang cukup intensif.
Menurut salah satu anggota tim, Della, keberhasilan mereka tidak terlepas dari semangat kebersamaan yang terus dijaga sejak awal persiapan. Meskipun memiliki jadwal yang berbeda-beda, seluruh anggota berusaha hadir dan memberikan kontribusi terbaik dalam setiap sesi latihan.
Lihat Juga: Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di Piala Rektor UMM 2026
“Kami sangat bersyukur dan bangga karena semua usaha yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil yang membahagiakan. Kunci utama kami adalah saling mendukung dan menjaga kekompakan selama proses persiapan,” ungkapnya.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika seluruh anggota harus menyesuaikan waktu latihan di sela-sela aktivitas akademik yang padat. Namun justru dari proses tersebut tumbuh rasa kekeluargaan yang semakin kuat.
Kebahagiaan mencapai puncaknya saat nama tim Umsida diumumkan sebagai peraih Juara 1 tingkat nasional. Momen tersebut menjadi pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan oleh seluruh anggota tim.
Toleransi dan Keberanian Mencoba Jadi Pelajaran Berharga

Selain prestasi yang diraih, kompetisi ini juga memberikan pengalaman berharga mengenai pentingnya toleransi dan saling menghormati. Tim terdiri dari mahasiswa dengan latar belakang yang beragam, namun seluruh anggota tetap dapat bekerja sama dengan baik selama mengikuti perlombaan.
Bagi mereka, kompetisi ini bukan sekadar tentang kemenangan, melainkan juga kesempatan untuk belajar menghargai perbedaan, membangun komunikasi yang positif, dan memperluas pengalaman di luar dunia akademik.
“Kami merasa nyaman dan antusias mengikuti lomba ini karena semua anggota saling menghargai. Yang kami dapatkan bukan hanya juara, tetapi juga pengalaman dan kebersamaan yang sangat berarti,” jelas Della.
Melalui capaian tersebut, tim berharap mahasiswa Umsida lainnya semakin percaya diri untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Mereka meyakini bahwa prestasi dapat diraih siapa saja selama memiliki kemauan untuk belajar, disiplin, dan berani mengambil peluang.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi inspirasi bahwa kegiatan non-akademik mampu menjadi ruang pengembangan diri yang tidak kalah penting dalam membentuk mahasiswa yang unggul dan berprestasi.(Elfirarm)

















