d4tlm.umsida.ac.id – Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus berupaya memastikan mahasiswa memiliki bekal yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Upaya tersebut salah satunya terlihat dari capaian sebagian besar mahasiswa yang dinyatakan kompeten dalam Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS) Periode II Tahun 2026.
Kaprodi D4 TLM Umsida, Galuh Ratmana Hanum SSi MSi,
menjelaskan bahwa UKOMNAS menjadi salah satu tolok ukur penting untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa mampu memenuhi standar kompetensi nasional di bidang Teknologi Laboratorium Medis.
Menurutnya, ujian kompetensi tidak sebatas menguji pemahaman teori.
Mahasiswa juga dituntut mampu mengaplikasikan pengetahuan, menguasai keterampilan laboratorium, menganalisis berbagai kasus, serta menunjukkan sikap profesional.
“Keberhasilan UKOMNAS merupakan salah satu indikator penting dalam memastikan bahwa lulusan Teknologi Laboratorium Medis memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional profesi,” jelas Galuh.
Capaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab akademik program studi dalam mempersiapkan lulusan yang mampu memberikan pelayanan laboratorium secara aman dan berkualitas.
Persiapan Diperkuat melalui Teori, Praktik, dan Try Out

Hasil UKOMNAS yang baik tidak terlepas dari proses persiapan yang dilakukan secara bertahap.
Sejak awal perkuliahan, mahasiswa dibekali pembelajaran yang memadukan penguasaan konsep dengan pengalaman praktik.
Materi pembelajaran disusun berdasarkan capaian pembelajaran lulusan serta standar kompetensi nasional.
Menjelang pelaksanaan UKOMNAS, mahasiswa mendapatkan pendampingan lebih intensif melalui berbagai kegiatan, seperti try out, pengayaan materi, dan evaluasi kemampuan secara berkala.
Rangkaian persiapan tersebut dirancang agar mahasiswa tidak sekadar menghafal materi, tetapi mampu menggunakan pengetahuan untuk menganalisis dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi dalam ujian.
Dukungan dosen menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dosen berperan memberikan arahan, memperkuat pemahaman konsep, sekaligus mendampingi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan dan sikap profesional.
Sementara itu, laboratorium menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam kemampuan teknis.
Melalui kegiatan praktik, mahasiswa dapat berlatih melakukan pemeriksaan, mengoperasikan instrumen, membaca serta menginterpretasikan hasil, hingga menerapkan prosedur keselamatan kerja.
Adaptasi Pembelajaran Hadapi Tantangan Dunia Kesehatan

Galuh menyebutkan bahwa salah satu tantangan yang perlu diperhatikan adalah perbedaan kemampuan dan tingkat kepercayaan diri setiap mahasiswa.
Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi laboratorium medis yang berlangsung cepat juga menuntut program studi untuk terus menyesuaikan materi serta metode pembelajaran.
Prodi melakukan pemetaan kemampuan mahasiswa, memberikan pendampingan akademik, meningkatkan latihan soal dan praktik, serta memperkuat kerja sama antara dosen, tenaga laboratorium, dan mahasiswa.
Langkah tersebut diharapkan dapat membangun kesiapan mahasiswa secara lebih menyeluruh, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan maupun sikap profesional.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendampingan mahasiswa agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam pelayanan kesehatan nasional,” pungkasnya.(Elfirarm)
















