d4tlm.umsida.ac.id – Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (TLM Umsida) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di SDN Kendalsewu, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Deteksi Dini Anemia dan Risiko Diabetes melalui Skrining Hemoglobin dan Glukosa Darah pada Anak Sekolah Dasar” tersebut melibatkan dosen TLM Umsida.
Jamilatur Rohmah SSi MSi, Andika Aliviameita SST MSi, Chylen Setiyo Rini SSi MSi, serta mahasiswa Galuh Ajeng Lidyaningrum.
Jamila menjelaskan, SDN Kendalsewu dipilih karena wilayah tersebut menjadi salah satu lokasi KKN Umsida. Dari komunikasi dengan sekolah dan mahasiswa KKN, tim kemudian mengadakan edukasi sekaligus pemeriksaan kesehatan bagi siswa.
Menurutnya, kebiasaan anak dalam memilih jajanan juga menjadi perhatian. Makanan tinggi gula maupun jajanan yang kurang sehat perlu dikenalkan risikonya sejak dini agar anak mulai memahami pentingnya menjaga pola makan.
Siswa Dibekali Edukasi Sebelum Pemeriksaan

Sebanyak 26 siswa kelas VI mengikuti kegiatan tersebut. Sebelum materi diberikan, peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test yang terdiri atas sepuluh pertanyaan, masing-masing lima soal mengenai anemia dan diabetes melitus.
Setelah itu, tim memberikan edukasi mengenai penyebab, tanda, serta pentingnya mencegah anemia dan risiko diabetes sejak usia sekolah. Materi kemudian ditutup dengan post-test untuk mengetahui perubahan pemahaman siswa.
“Setelah pre-test, kami memberikan materi mengenai diabetes melitus dan anemia. Kemudian dilakukan post-test untuk melihat sejauh mana siswa memahami materi yang sudah disampaikan,” ujar Jamilatur.
Rangkaian dilanjutkan dengan pemeriksaan hemoglobin dan glukosa darah. Skrining dilakukan untuk mengetahui apakah hasil siswa masih berada dalam batas normal atau terdapat kondisi yang perlu mendapatkan perhatian.
Usai pemeriksaan, siswa juga memperoleh makanan sumber protein dan susu sebagai bagian dari edukasi mengenai pentingnya asupan bergizi.
Baca Juga: Kebidanan Umsida Dampingi Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak di TK ABA Candi
Dari Takut Menjadi Berani Menjalani Skrining

Antusiasme siswa terlihat sejak sesi edukasi berlangsung. Namun, suasana menjadi lebih ramai ketika tim mulai melakukan pemeriksaan darah menggunakan metode stik pada ujung jari.
Beberapa siswa sempat takut karena mengira proses tersebut sama seperti disuntik. Ada yang terlihat gemetar, menangis, bahkan sempat menghindari pemeriksaan.
“Ada yang sempat lari karena mengira akan disuntik. Setelah diperiksa, ternyata mereka mengatakan tidak sakit, hanya terkejut saat terkena stik,” ceritanya.
Dengan pendekatan yang santai dan pendampingan dari tim, siswa akhirnya bersedia menjalani pemeriksaan hingga selesai.
Ajak Anak Lebih Bijak Memilih Jajanan

Hasil skrining menunjukkan sebagian besar hingga hampir seluruh siswa memiliki kadar hemoglobin dan glukosa darah dalam rentang normal.
Meski demikian, tim tetap mengingatkan anak-anak agar tidak menganggap hasil tersebut sebagai alasan untuk mengabaikan pola hidup sehat. Mereka perlu lebih selektif memilih jajanan, terutama makanan dengan kadar gula tinggi maupun makanan kurang sehat.
Jamilatur juga mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap kondisi teman di sekitarnya.
“Kalau melihat teman menunjukkan tanda kesehatan yang tidak biasa, sebaiknya segera disampaikan kepada guru atau orang tua agar bisa ditindaklanjuti lebih awal,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, TLM Umsida berharap kesadaran mengenai anemia, diabetes, pola makan sehat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan dapat tumbuh sejak usia sekolah dan diteruskan di lingkungan keluarga.(Elfirarm)
















