sumber pexels bioaktif

Efektivitas Senyawa Bioaktif Kunyit dalam Menghambat Covid-19: Analisis In Silico pada Varian Delta dan Omicron

TLM.umsida.ac.id – Kunyit (Curcuma longa L.) dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang kaya akan senyawa bioaktif dengan berbagai manfaat kesehatan. Salah satu manfaat potensial kunyit yang sedang diteliti adalah kemampuannya dalam menghambat penempelan virus SARS-CoV-2, khususnya varian Delta dan Omicron, ke reseptor ACE2 di tubuh manusia. Dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh Miftahul Mushlih dan tim dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, kemampuan senyawa bioaktif kunyit ini dianalisis menggunakan metode in silico. Artikel ini mengulas hasil penelitian tersebut dengan fokus pada tips dan trik dalam mengembangkan penelitian berbasis metode in silico, serta pemahaman lebih lanjut mengenai potensi kunyit sebagai agen anti-Covid-19.

Covid-19 merupakan salah satu pandemi terbesar abad ke-21, dengan lebih dari 554 juta kasus di seluruh dunia. Varian Delta dan Omicron dari virus SARS-CoV-2 dikenal memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, membuat penemuan metode pencegahan dan pengobatan menjadi sangat penting. Obat herbal, seperti kunyit, telah digunakan oleh masyarakat luas karena sifatnya yang mudah didapatkan, murah, dan terbukti efektif dalam mengatasi berbagai penyakit.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa bioaktif dalam kunyit yang berpotensi menghambat penempelan virus SARS-CoV-2 ke reseptor ACE2, yang menjadi pintu masuk virus ke dalam sel tubuh manusia. Penelitian dilakukan menggunakan metode in silico, yaitu simulasi komputer untuk memprediksi interaksi molekuler.

Baca juga: Keunggulan Bioaktif Kunyit dalam Menghambat Varian Delta dan Omicron COVID-19

Persiapan Komponen Bioaktif

 Penelitian dimulai dengan identifikasi senyawa bioaktif dalam kunyit dari basis data molekuler Knapsack Family. Senyawa-senyawa ini kemudian dianalisis menggunakan SwissADME untuk menilai sifat-sifat farmakokinetiknya, seperti lipofilisitas, ukuran molekul, polaritas, kelarutan, dan fleksibilitas. Proses ini memastikan bahwa senyawa yang dipilih memenuhi kriteria untuk dikonsumsi secara efektif oleh tubuh manusia.

Persiapan Protein

 Struktur protein virus SARS-CoV-2, termasuk varian Delta dan Omicron, diunduh dari Protein Data Bank (PDB) untuk analisis lebih lanjut. Reseptor ACE2 dan domain pengikatan reseptor (RBD) dari virus dipisahkan dan disiapkan untuk proses docking dengan senyawa bioaktif kunyit.

Docking Molekul

Docking adalah proses simulasi komputer yang menilai bagaimana senyawa bioaktif kunyit berinteraksi dengan RBD virus dan reseptor ACE2. Proses ini bertujuan untuk menemukan senyawa yang mampu mengganggu penempelan virus pada sel tubuh manusia. Energi ikatan yang dihasilkan dari proses docking menjadi indikator seberapa kuat interaksi antara senyawa dan protein target.

Setelah docking selesai, hasilnya dianalisis dengan melihat nilai energi ikatan dan perubahan konformasi dari interaksi antara RBD dan ACE2. Semakin rendah nilai energi ikatan, semakin kuat kemampuan senyawa tersebut dalam menghambat penempelan virus.

Penelitian ini berhasil mengidentifikasi 22 senyawa bioaktif dalam kunyit yang memiliki potensi untuk menghambat penempelan virus SARS-CoV-2 pada reseptor ACE2. Di antara varian virus yang diuji (Wuhan, Delta, dan Omicron), varian Omicron menunjukkan energi ikatan terendah, yaitu -1282,4 kcal/mol, dibandingkan dengan varian Delta (-1237,7 kcal/mol) dan Wuhan (-1224,8 kcal/mol). Hal ini menunjukkan bahwa varian Omicron memiliki potensi transmisi yang lebih tinggi.

Senyawa-senyawa bioaktif seperti 2-undekanon, 8-cedren-13-ol, bisacumol, alpha-bisabolol, dan asam tauroursodeoksikolat menunjukkan kemampuan yang baik dalam menghambat penempelan RBD-ACE2. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa senyawa bioaktif kunyit mampu mengubah konformasi penempelan virus pada reseptor, sehingga mengurangi peluang virus untuk masuk ke dalam sel manusia.

Tips dan Trik dalam Riset Berbasis In Silico

Berdasarkan penelitian ini, berikut adalah beberapa tips dan trik yang dapat diterapkan dalam riset berbasis in silico:

  1. Pilih Senyawa dengan Potensi Farmakokinetik yang Baik

Sebelum memulai analisis docking, pastikan senyawa yang dipilih memenuhi kriteria farmakokinetik yang baik, seperti lipofilisitas, ukuran molekul, dan kelarutan. SwissADME merupakan alat yang sangat berguna untuk menilai sifat-sifat ini dan memastikan bahwa senyawa yang dipilih memiliki potensi sebagai obat yang efektif.

  1. Gunakan Basis Data Molekuler yang Terpercaya

Basis data seperti Knapsack Family menyediakan informasi lengkap mengenai senyawa bioaktif dalam berbagai tanaman herbal. Penggunaan basis data yang terpercaya akan memudahkan proses seleksi senyawa dan memastikan hasil penelitian yang valid.

  1. Docking yang Akurat

Docking adalah kunci dalam metode in silico. Gunakan perangkat lunak yang tepat seperti Hex 8.0 untuk mendapatkan hasil docking yang akurat. Proses docking harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa senyawa bioaktif benar-benar berinteraksi dengan situs aktif RBD-ACE2.

  1. Analisis Visualisasi Molekuler

Setelah docking, lakukan analisis visualisasi untuk memahami bagaimana senyawa berinteraksi dengan protein target. Program seperti PyMol dapat digunakan untuk melihat perubahan konformasi yang terjadi selama interaksi.

  1. Validasi In Vitro dan In Vivo

Meskipun metode in silico memberikan prediksi yang kuat, hasil ini perlu divalidasi dengan uji laboratorium in vitro dan in vivo untuk memastikan efektivitas senyawa bioaktif dalam kondisi nyata. Penelitian in silico ini menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam kunyit, khususnya 2-undekanon dan asam tauroursodeoksikolat, memiliki potensi besar dalam menghambat penempelan virus SARS-CoV-2, terutama varian Omicron, pada reseptor ACE2. Dengan semakin tingginya minat terhadap pengobatan herbal, kunyit dapat menjadi salah satu solusi potensial dalam melawan Covid-19. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini melalui uji in vitro dan in vivo, namun hasil awal ini memberikan harapan baru dalam pengembangan obat herbal anti-Covid-19.

Sumber: Andika Aliviameita Perbedaan kemampuan senyawa bioaktif kunyit (Curcuma longa L.) dalam menghambat penempelan RBD-ACE2 pada varianSars Cov 2 delta dan omikron menggunakan metode in silico

Penulis: Ayunda H

Leave a Reply

Bertita Terkini

Siapkan Analis Laboratorium Unggul, FIKES Umsida Angkat Isu Diagnosis Virus Global
January 25, 2026By
Belajar dari Praktisi, Mahasiswa D4 TLM Umsida Dalami Peran Biologi Molekuler di Rumah Sakit
January 17, 2026By
Sumpah Profesi ke-XIV, Lulusan ATLM FIKES Umsida Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat
December 18, 2025By
Luka diabetes
Ciptakan Solusi Penyembuhan Luka Diabetes Berbasis Limbah Cangkang Kupang, Tim PKM TLM Umsida Sukses Peroleh Hibah
August 28, 2025By
diabetes
Fikes Umsida Gelar Globinar, Ungkap Diabetes Tipe 2 Penyebab dan Pencegahannya
August 24, 2025By
hibah
D4 TLM Umsida Raih Hibah Sertifikasi Kompetensi: Meningkatkan Kualitas Kompetensi Mahasiswa di Dunia Industri
August 9, 2025By
sistem manajemen mutu
Dalami Penerapan Sistem Manajemen Mutu dan Validasi Hasil Pemeriksaan Laboratorium, TLM Umsida Kunjungi RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo
July 3, 2025By
Jurnalis
Membangun Jurnalis Muda yang Kreatif dan Kritis Lewat Workshop Penulisan Berita
June 30, 2025By

Prestasi

Perjuangan Hingga Podium, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Batu Karate Challenge
January 10, 2026By
Riset Panjang Berbuah Manis, Mahasiswa TLM Umsida Juara 1 Poster PKM-RE PIMTANAS 2025
January 3, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Pilmapres PTMA dan Menjadi Wisudawan Berprestasi
December 1, 2025By
Perjalanan Friska Febriyanti Mahasiswa TLM UMSIDA Raih Predikat Cumlaude
November 23, 2025By
Mahasiswa Prodi D-IV Teknologi Laboratorium Medis Umsida Berhasil Raih Juara 1 di Pilmapres PTMA 2023
April 13, 2023By