Limbah Sekam Padi yang Terabaikan Bisa Cemari Lingkungan, Ini Temuan Riset Umsida

d4tlm.umsida.ac.id –  Di balik produksi beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia, tersimpan satu persoalan yang jarang disorot, yakni limbah sekam padi.

Selama ini, sekam padi sering dianggap tidak memiliki nilai penting, padahal jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini berpotensi mencemari lingkungan.

Baca Juga:  Olah Limbah Cangkang Kupang, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 PKP2 PTMA 2025

Dalam riset yang dilakukan oleh Galuh Ratmana Hanum SSi MSi, dosen Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) & Tim.

Sekam padi disebut sebagai limbah yang jumlahnya cukup besar, yakni sekitar 20–22% dari hasil penggilingan padi .

Limbah yang Banyak, Tapi Kurang Dimanfaatkan

Produksi padi yang tinggi di Indonesia berbanding lurus dengan jumlah limbah sekam yang dihasilkan. Namun, pemanfaatannya masih sangat terbatas. Selama ini, sekam padi hanya digunakan untuk hal sederhana seperti bahan bakar, media tanaman, atau alas ternak.

Padahal, jika sekam padi dibuang atau dibiarkan menumpuk tanpa pengolahan yang tepat, hal ini dapat menimbulkan masalah lingkungan.

Kandungan lignin dan selulosa yang tinggi membuat sekam sulit terurai secara alami, sehingga dapat mengganggu keseimbangan lingkungan.

Lihat Juga: PKL Dasar dan Lanjutan D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Industri Kesehatan

“Sekam padi yang tidak diolah dengan baik dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan,” sebagaimana dijelaskan dalam penelitian tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa limbah pertanian yang selama ini dianggap tidak berbahaya justru memiliki potensi risiko jika tidak dikelola dengan benar.

Dampak Lingkungan yang Tidak Disadari
Sumber: Pexels

Banyak masyarakat belum menyadari bahwa limbah sekam padi dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Ketika sekam menumpuk, proses dekomposisinya yang lambat dapat mengganggu kualitas tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman.

Selain itu, praktik pembakaran sekam yang sering dilakukan juga dapat menghasilkan polusi udara yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Asap dari pembakaran limbah ini berpotensi mencemari udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Permasalahan ini semakin kompleks karena masih minimnya kesadaran dan inovasi dalam pengelolaan limbah pertanian di tingkat masyarakat.

Cek Selengkapnya: Riset Umsida: Pemeriksaan Laboratorium Jadi Kunci Keamanan Air Kolam Renang

Saatnya Limbah Diolah Jadi Peluang

Di balik potensi pencemaran tersebut, sekam padi sebenarnya menyimpan peluang besar jika dikelola dengan baik. Penelitian menunjukkan bahwa sekam padi mengandung senyawa penting seperti xilosa yang dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi, seperti pemanis alami xilitol.

Hal ini membuka peluang bagi pengembangan inovasi berbasis limbah pertanian, sekaligus menjadi solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Peran akademisi, seperti yang dilakukan oleh dosen Umsida, menjadi penting dalam mendorong pemanfaatan limbah secara lebih optimal. Namun, inovasi ini juga perlu didukung oleh kesadaran masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak.

Pada akhirnya, sekam padi bukan sekadar limbah yang harus dibuang. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah ini dapat berubah menjadi sumber daya yang bermanfaat, sekaligus membantu menjaga kelestarian lingkungan.

Sumber: Riset Galuh Ratmana Hanum SSi MSi & Tim

Penulis: Elfira Armilia

Bertita Terkini

PKL D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Kesehatan
February 9, 2026By
Siapkan Analis Laboratorium Unggul, FIKES Umsida Angkat Isu Diagnosis Virus Global
January 25, 2026By
Belajar dari Praktisi, Mahasiswa D4 TLM Umsida Dalami Peran Biologi Molekuler di Rumah Sakit
January 17, 2026By
Sumpah Profesi ke-XIV, Lulusan ATLM FIKES Umsida Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat
December 18, 2025By
Luka diabetes
Ciptakan Solusi Penyembuhan Luka Diabetes Berbasis Limbah Cangkang Kupang, Tim PKM TLM Umsida Sukses Peroleh Hibah
August 28, 2025By
diabetes
Fikes Umsida Gelar Globinar, Ungkap Diabetes Tipe 2 Penyebab dan Pencegahannya
August 24, 2025By
hibah
D4 TLM Umsida Raih Hibah Sertifikasi Kompetensi: Meningkatkan Kualitas Kompetensi Mahasiswa di Dunia Industri
August 9, 2025By
sistem manajemen mutu
Dalami Penerapan Sistem Manajemen Mutu dan Validasi Hasil Pemeriksaan Laboratorium, TLM Umsida Kunjungi RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo
July 3, 2025By

Prestasi

Perjuangan Hingga Podium, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Batu Karate Challenge
January 10, 2026By
Riset Panjang Berbuah Manis, Mahasiswa TLM Umsida Juara 1 Poster PKM-RE PIMTANAS 2025
January 3, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Pilmapres PTMA dan Menjadi Wisudawan Berprestasi
December 1, 2025By
Perjalanan Friska Febriyanti Mahasiswa TLM UMSIDA Raih Predikat Cumlaude
November 23, 2025By
Mahasiswa Prodi D-IV Teknologi Laboratorium Medis Umsida Berhasil Raih Juara 1 di Pilmapres PTMA 2023
April 13, 2023By