d4tlm.umsida.ac.id – Jajanan sekolah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak.
Namun, di balik rasanya yang enak dan harga yang terjangkau, terdapat risiko kesehatan yang sering luput dari perhatian, yakni rendahnya pengetahuan pedagang tentang higiene dan sanitasi makanan.
Riset pengabdian masyarakat (abdimas) yang dilakukan oleh dosen Umsida Jamilatur Rohmah SSi MSi bersama tim di kantin SD Muhammadiyah 1 dan 2 Sidoarjo.
Menemukan bahwa sebagian besar pedagang belum memiliki pemahaman yang memadai terkait kebersihan dan keamanan pangan.
Lihat Juga: Abdimas Umsida Beri Pelatihan Kecerdasan Artifisial dan Koding Dasar pada 46 Guru MICA
Pedagang Jadi Kunci Keamanan Pangan di Sekolah

Dalam sistem penyediaan makanan, pedagang memiliki peran penting karena terlibat langsung mulai dari pengolahan hingga penyajian makanan.
Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa para pedagang umumnya tidak memiliki latar belakang pendidikan terkait higienis makanan dan sanitasi.
Bahkan, banyak di antara mereka belum pernah mendapatkan pelatihan khusus mengenai cara pengolahan makanan yang aman.
Baca Juga: Kolaborasi Abdimas FKG X FIKES UMSIDA “Edukasi Pemeriksaaan Gigi Untuk Menurunkan Resiko Maloklusi”
“Sebagian besar pedagang tidak memiliki pengetahuan tentang higiene dan sanitasi makanan serta belum pernah mendapatkan pelatihan,” sebagaimana dijelaskan dalam hasil penelitian.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat kualitas makanan sangat bergantung pada perilaku dan kebiasaan pedagang dalam menjaga kebersihan.
Kebiasaan Sepele yang Berisiko Besar
Temuan di lapangan menunjukkan adanya kebiasaan yang berpotensi membahayakan kesehatan, seperti tidak mencuci tangan setelah memegang uang, tidak menggunakan alat bantu saat menyajikan makanan, hingga kurang memperhatikan kebersihan lingkungan.
Padahal, praktik-praktik tersebut dapat menyebabkan kontaminasi makanan dan memicu berbagai penyakit bawaan makanan seperti diare, tifus, hingga keracunan makanan.
Cek Juga: Deteksi Bahan Kimia Berbahaya pada Makanan: Pelatihan Inovatif di SDN Keboharan Sidoarjo
“Kebiasaan sederhana yang tidak higienis dapat berdampak besar pada kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak,” ungkap tim peneliti.
Anak sekolah sebagai konsumen utama menjadi kelompok yang paling rentan terhadap risiko tersebut.
Edukasi dan Pendampingan Jadi Solusi

Melalui program pelatihan dan pendampingan yang dilakukan selama beberapa bulan, tim abdimas Umsida berupaya meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pedagang dalam menjaga higiene dan sanitasi makanan.
Hasilnya, terjadi perubahan pola kebiasaan yang cukup signifikan.
Seperti mulai mencuci tangan setelah beraktivitas menggunakan sarung tangan atau alat bantu saat menyajikan makanan.
Serta menjaga kebersihan lingkungan dapur dan tempat berjualan agar tetap higienis.
“Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pedagang dalam menerapkan higiene dan sanitasi makanan setelah dilakukan pendampingan,” sebagaimana dijelaskan dalam laporan kegiatan.
Temuan ini menegaskan bahwa edukasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas keamanan pangan di lingkungan sekolah.
Melalui pendekatan yang tepat, pedagang tidak hanya mampu menyajikan makanan yang lebih aman, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan generasi muda sejak dini.
Sumber: Abdimas Jamilatur Rohmah SSi MSi & Tim.
Penulis: Elfira Armilia















