d4tlm.umsida.ac.id – Perubahan gaya hidup masyarakat modern membawa berbagai kemudahan dalam aktivitas sehari-hari.
Namun di balik kemudahan tersebut, muncul pula tantangan baru bagi kesehatan, salah satunya meningkatnya kasus penyakit metabolik seperti diabetes mellitus.
Pola makan yang tidak seimbang, aktivitas fisik yang rendah, serta kebiasaan hidup yang kurang sehat menjadi faktor yang turut memicu munculnya penyakit ini.
Riset yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Lihat Juga: Puasa Bisa Memengaruhi Hasil Tes Laboratorium? Ini Penjelasan Dosen TLM Umsida
Menjelaskan bahwa diabetes tidak hanya berkaitan dengan kadar gula darah, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai aspek metabolisme tubuh.
Riset tersebut menyoroti hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT), kadar kolesterol, dan kadar asam urat pada pasien diabetes mellitus.
Temuan ini menunjukkan bahwa diabetes sering kali muncul bersamaan dengan gangguan metabolik lainnya yang dapat memperburuk kondisi kesehatan jika tidak ditangani dengan baik.
Pola Makan dan Risiko Diabetes
Salah satu faktor utama yang memicu meningkatnya kasus diabetes adalah pola makan yang tidak sehat.
Konsumsi makanan tinggi karbohidrat sederhana, lemak jenuh, serta makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme dalam tubuh.
Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa asupan makanan yang berlebihan, terutama yang tinggi karbohidrat dan lemak, dapat memicu munculnya diabetes.
Lihat Juga: Herbal vs Antibiotik: Seberapa Efektif Daun Kumis Kucing Melawan Bakteri Penyebab ISK?
Kebiasaan makan yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh yang berpotensi mengganggu keseimbangan metabolisme.
Kondisi ini semakin diperparah dengan kebiasaan makan pada malam hari serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengatur pola diet yang seimbang.
Kurangnya Aktivitas Fisik dan Dampaknya

Selain pola makan, kurangnya aktivitas fisik juga menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko diabetes.
Gaya hidup yang semakin sedentary, seperti terlalu lama duduk saat bekerja atau beraktivitas di depan layar, membuat tubuh kurang bergerak dan memperlambat proses metabolisme.
Padahal aktivitas fisik memiliki peran penting dalam meningkatkan sensitivitas insulin, membantu mengontrol kadar gula darah, serta menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.
Baca Selengkapnya: Tenaga Kesehatan Profesional Umsida Diteguhkan, Organisasi Profesi Turut Beri Penguatan
Tanpa aktivitas fisik yang cukup, tubuh lebih rentan mengalami gangguan metabolik seperti peningkatan kolesterol maupun kadar asam urat.
Pentingnya Kesadaran Hidup Sehat

Penelitian tersebut memberikan pesan penting bahwa pencegahan diabetes tidak hanya bergantung pada faktor medis, tetapi juga pada perubahan gaya hidup sehari-hari.
Mengatur pola makan yang seimbang tak lupa berolahraga serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin merupakan langkah penting untuk mencegah diabetes dan berbagai gangguan metabolik yang menyertainya.
Dengan kesadaran hidup sehat yang lebih baik, masyarakat dapat mengurangi risiko penyakit metabolik dan menjaga kualitas kesehatan dalam jangka panjang.
Sumber: Riset Mahasiswa TLM Umsida
Penulis: Elfira Armilia















