d4tlm.umsida.ac.id – Kolam renang sering menjadi pilihan masyarakat untuk berolahraga dan melepas penat.
Air yang tampak jernih kerap dianggap aman, padahal kondisi tersebut belum tentu mencerminkan kualitas kesehatan yang sebenarnya.
Di sinilah peran pemeriksaan laboratorium menjadi sangat penting dalam memastikan keamanan air kolam renang.
Riset yang dilakukan oleh dosen Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Chylen Setiyo Rini SSi MSi bersama tim.
Menjelaskan bahwa kualitas air kolam renang perlu diuji secara ilmiah untuk memastikan bebas dari bakteri berbahaya.
Baca Juga: Olah Limbah Cangkang Kupang, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 PKP2 PTMA 2025
Pemeriksaan Laboratorium sebagai Standar Keamanan
Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa air kolam renang harus memenuhi standar kesehatan yang meliputi aspek fisika, kimia dan mikrobiologi.
Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mendeteksi keberadaan mikroorganisme patogen yang tidak dapat dilihat secara kasat mata.
Metode yang digunakan meliputi uji penanaman pada media selektif seperti EMB dan SSA, pewarnaan gram.
Serta uji biokimia untuk memastikan jenis bakteri yang ada dalam sampel air.
Cek Juga: Masalah Klaim BPJS Bisa Ganggu Layanan Rumah Sakit, Ini Penjelasannya
“Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui adanya cemaran bakteri patogen dalam air kolam renang,” sebagaimana dijelaskan dalam penelitian tersebut.
Melalui proses ini, kualitas air dapat dinilai secara objektif, sehingga tidak hanya bergantung pada penilaian visual semata.
Deteksi Dini untuk Mencegah Risiko Kesehatan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel air kolam renang yang diuji mengandung bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp. yang berpotensi menyebabkan penyakit seperti diare dan demam tinggi.
Temuan ini menegaskan bahwa tanpa pemeriksaan laboratorium, keberadaan bakteri berbahaya dapat luput dari perhatian dan tetap mengancam kesehatan pengguna.
“Kontaminasi bakteri pada air kolam renang dapat menyebabkan infeksi pada pengguna jika tidak ditangani dengan baik,” ungkap tim peneliti.
Deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit, terutama pada fasilitas umum yang digunakan oleh banyak orang.
Lihat Juga: Banyak yang Keliru, Ini Kesalahan Umum Sebelum Tes Laboratorium Saat Puasa
Perlu Kolaborasi antara Pengelola dan Tenaga Kesehatan
Pemeriksaan laboratorium tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari pengelola fasilitas umum.
Pengelola kolam renang perlu rutin melakukan pengujian kualitas air dan memastikan penggunaan desinfektan seperti klorin sesuai standar.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga penting agar pengguna lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan diri sebelum dan sesudah menggunakan fasilitas umum.
Penelitian ini menegaskan bahwa keamanan air kolam renang tidak bisa hanya mengandalkan tampilan fisik, tetapi harus didukung dengan pemeriksaan ilmiah yang terukur.
Dengan adanya pemeriksaan laboratorium yang rutin dan pengelolaan yang baik, fasilitas umum seperti kolam renang dapat menjadi tempat yang aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Sumber: Riset Chylen Setiyo Rini SSi MSi
Penulis: Elfira Armilia















