d4tlm.umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Syharul Romadhoni Alfiansyah, lulusan Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis (TLM) yang berhasil menjadi Juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) tahun 2023.
Tidak hanya itu, perjalanan prestasinya juga mengantarkannya menjadi Wisudawan Berprestasi Umsida.
Namun, pencapaian ini tidak diraih dengan mudah.
Di balik panggung kemenangan, ada kisah perjuangan, kegigihan, dan ketekunan yang terus ia bangun demi memperbaiki kegagalan sebelumnya.
Perjalanan Syharul menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan hanya dapat diraih melalui proses panjang dan semangat pantang menyerah.
Baca Juga: Inovasi dari Limbah Kupang, Mahasiswa TLM Umsida Torehkan Prestasi Nasional lewat Obat Luka Diabetes
Perjalanan Menuju Prestasi: Belajar dari Kegagalan
Syharul memulai langkahnya dengan tekad untuk mengembangkan potensi diri melalui organisasi dan peningkatan kemampuan akademik.
Namun, titik balik terbesarnya terjadi ketika ia ikut kompetisi Pilmapres PTMA pada 2022 dan mengalami kegagalan.
Alih-alih menyerah, ia menjadikan kegagalan itu sebagai motivasi untuk bangkit.
“Saya ingin membayar kegagalan saya dan menguji kemampuan diri,” tuturnya.
Dengan bekal pengalaman, ia mempersiapkan diri lebih matang: memperbaiki portofolio, memperdalam topik gagasan ilmiah, dan melatih kemampuan komunikasi.
Upaya tersebut membuahkan hasil ketika ia diumumkan sebagai Juara 1 Pilmapres PTMA 2023, sebuah momen yang mengubah perjalanan akademiknya menjadi lebih bermakna dan penuh pencapaian.
Cek Juga: Perjalanan Friska Febriyanti Mahasiswa TLM UMSIDA Raih Predikat Cumlaude
Persiapan dalam Menghadapi Tantangan

Pencapaian Syharul bukan hanya tentang latihan akademik, tetapi juga kesiapan mental yang kuat.
Ia banyak berdiskusi dengan dosen pembimbing dan teman-teman untuk memperbaiki materi presentasi serta melatih kemampuan menjawab pertanyaan juri.
Namun, cobaan tak terduga datang saat ia menunggu giliran tampil. Ia menerima kabar bahwa neneknya meninggal dunia.
“Perasaan saat itu campur aduk, tapi saya tetap melanjutkan kompetisi untuk membuat nenek bangga,” kenangnya.
Momen emosional itu justru memperkuat tekadnya. Latihan intensif, persiapan materi, dan dorongan emosional membuat langkah Syharul semakin mantap hingga ia berhasil tampil maksimal di hadapan dewan juri.
Cek Selengkapnya: Perjuangan Mahasiswa Umsida Kejar Ketertinggalan, Raih Prestasi, hingga Berkarir di Turki
Pesan Inspiratif dan Langkah Baru sebagai Wisudawan Berprestasi

Mengikuti kompetisi Pilmapres memberikan banyak pelajaran penting bagi Syharul.
Ia memperoleh peningkatan kemampuan presentasi, komunikasi, kepemimpinan, hingga jaringan relasi yang lebih luas.
“Pengalaman ini sangat berharga untuk karir saya ke depan,” ungkapnya.
Syharul juga menyampaikan pesan “Selalu berusaha, jangan pernah menyerah, dan percaya pada kemampuan diri sendiri.”
Ia juga berterima kasih kepada keluarga, sahabat, dan para dosen yang selalu memberikan dukungan.
Kini, sebagai wisudawan berprestasi D4 TLM Umsida, Syharul siap melangkah menuju babak baru dalam hidupnya, membawa semangat dan pengalaman yang telah membentuknya menjadi pribadi yang lebih kuat dan inspiratif.
Penulis: Elfira Armilia














