NAATs

Pengenalan Teknologi NAATs Mendorong Peningkatan Kompetensi Siswa SMK Kesehatan

D4TLM.Umsida.ac.id – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kesehatan berbasis molekular, pengenalan metode Nucleic Acid Amplification Tests (NAATs) kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kesehatan masa depan.

Baca Juga : Ajak Mahasiswa Kelola Emosi Menuju Prestasi Sehat dalam Ruang Diskusi Reflektif oleh IMM Avvicienna

Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyambut tantangan tersebut dengan menginisiasi pelatihan dan workshop teknologi NAATs kepada siswa SMK Mitra Sehat Sidoarjo. Inisiatif ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen prodi TLM Umsida yang bertujuan memperkuat kemampuan praktis dan teoritis siswa dalam bidang biologi molekuler.

Langkah ini bukan hanya menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kemajuan teknologi, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas institusi pendidikan demi menciptakan sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing tinggi di sektor kesehatan.

Tantangan Kurikulum dan Pentingnya Akses Teknologi Diagnostik Terkini
NAATs
Sumber : AI

Pemeriksaan berbasis NAATs merupakan salah satu inovasi diagnostik modern yang menggunakan kode DNA atau RNA untuk mendeteksi penyakit secara spesifik dan akurat. Meski sudah banyak digunakan di klinik dan laboratorium diagnostik di Indonesia terutama selama masa pandemi Covid-19—teknologi ini belum sepenuhnya dikenal oleh siswa SMK, khususnya di sekolah-sekolah kesehatan.

SMK Mitra Sehat Sidoarjo, yang memiliki program keahlian Teknologi Laboratorium Medis, menjadi mitra dalam kegiatan ini karena kurikulum mereka belum secara eksplisit mengenalkan pemeriksaan berbasis NAATs.

Melalui kegiatan penjajakan dan diskusi dengan guru, ditemukan bahwa teknologi ini masih menjadi hal baru bagi siswa. Padahal, pemahaman tentang metode PCR dan isolasi DNA sangat relevan untuk menunjang karier mereka di bidang laboratorium klinis, rumah sakit, dan pusat penelitian.

Kegiatan yang dilakukan oleh Prodi TLM Umsida mencakup tiga tahap penting: penjajakan awal untuk mengetahui pemahaman siswa, pemberian teori dasar terkait materi genetik dan prinsip kerja NAATs, serta workshop praktik langsung untuk melakukan deteksi Toxoplasma gondii. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga mengasah keterampilan laboratorium yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

Pembelajaran Langsung NAATs dan Evaluasi Kompetensi Siswa

Salah satu keunggulan dari kegiatan ini adalah pendekatan berbasis praktik langsung yang dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler Kampus 3 Umsida. Sebanyak 24 siswa dari kelas 10 hingga 12 dibagi ke dalam enam kelompok dan mendapatkan pengalaman nyata melakukan ekstraksi DNA dari feses kucing, proses PCR (Polymerase Chain Reaction), dan elektroforesis untuk visualisasi hasil. Seluruh proses dilakukan dengan prosedur ketat dan bimbingan langsung dari tim dosen dan asisten laboratorium.

Sebelum pelatihan dimulai, siswa diberikan pre-test untuk mengukur pemahaman awal terkait konsep dasar NAATs. Setelah workshop selesai, mereka mengikuti post-test untuk melihat sejauh mana peningkatan pemahaman terjadi.

Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan, dengan skor rata-rata naik dari 32,1 menjadi 80,4. Ini menunjukkan bahwa pendekatan praktikum tidak hanya meningkatkan minat belajar, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan aplikatif bagi siswa.

Meski demikian, terdapat beberapa tantangan teknis yang dihadapi, seperti kesulitan dalam teknik pipetting mikro dan pengendalian higiene saat bekerja dengan sampel. Hal ini menjadi refleksi bahwa pelatihan laboratorium dasar sangat penting untuk membentuk kemampuan teknis siswa. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa jam terbang dan pengalaman laboratorium tidak bisa digantikan oleh teori semata.

Peran Prodi TLM Umsida dalam Transformasi Pendidikan Kejuruan

Kegiatan pengenalan NAATs ini menunjukkan komitmen Prodi Teknologi Laboratorium Medis Umsida untuk tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif berperan dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan vokasi.

Kegiatan ini juga sekaligus menjadi upaya branding bahwa Umsida, khususnya Prodi TLM, memiliki kompetensi unggul dalam bidang diagnosis molekuler yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, Umsida menunjukkan bahwa keterbatasan kurikulum di sekolah kejuruan dapat dijembatani melalui kemitraan dan pengabdian masyarakat.

Dalam konteks ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman empiris yang akan membekas dan memperkaya kompetensi mereka.

Pengenalan metode NAATs kepada siswa SMK bukan hanya sekadar edukasi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menyiapkan tenaga kesehatan yang melek teknologi dan siap bersaing di era industri kesehatan modern. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pemeriksaan berbasis DNA/RNA bukan lagi menjadi hal eksklusif di perguruan tinggi atau laboratorium elit, tetapi bisa diakses sejak pendidikan dasar kejuruan.

Baca Juga : Dalami Penerapan Sistem Manajemen Mutu dan Validasi Hasil Pemeriksaan Laboratorium, TLM Umsida Kunjungi RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo

Kegiatan pengenalan teknologi NAATs oleh Prodi TLM Umsida di SMK Mitra Sehat Sidoarjo berhasil menjawab tantangan kesenjangan teknologi dalam pendidikan kejuruan.

Melalui pendekatan teori dan praktik, siswa tidak hanya memahami konsep diagnostik molekuler, tetapi juga mendapatkan pengalaman laboratorium yang aplikatif dan bermakna. Program ini menegaskan peran strategis Umsida dalam membina calon tenaga kesehatan melalui sinergi keilmuan dan pengabdian.

Sumber : Miftahul Mushlih

Penulis : Novia